Home » Ujian Khusus

Ujian Khusus

Ujian khusus adalah ujian yang dilaksanakan diluar evaluasi regular yang dilaksanakan oleh Program Studi atas rekomendasi Jurusan berdasarkan permohonan mahasiswa dengan kondisi khusus.

Ketentuan ujian khusus adalah sebagai berikut:

  1. Mahasiswa yang mengajukan adalah mahasiswa yang akan melaksanakan sidang Proyek Akhir, dengan kriteria:
      a. Mata kuliah yang dapat diajukan untuk ujian khusus adalah mata kuliah dengan nilai E.
      b. Memiliki nilai E paling banyak dua mata kuliah.
      c. Memiliki IPK diatas 2.00.
      d. Pernah mengambil mata kuliah yang akan diujiankan.
      e. Ujian Khusus dilaksanakan oleh Program Studi.
  2. Mahasiswa yang memiliki IPK dibawah 2.00, dengan kriteria:
      a. Pernah mengambil mata kuliah yang mendapat nilai E.
      b. IPK dapat menjadi lebih besar atau sama dengan 2.00 setelah mengikuti ujian khusus.
  3. Mata kuliah yang diujiankan bukan mata kuliah Kerja Praktek atau Proyek Akhir.
  4. Bagi mahasiswa dengan ketentuan (1), tidak diperkenankan mengambil mata kuliah setelah mengikuti Ujian khusus.
  5. Pengajuan ujian khusus maksimal dua kali atau sebanyak maksimal dua mata kuliah.
  6. Nilai maksimal ujian khusus adalah C.
  7. Prosedur pengajuan ujian khusus:
      a. Mahasiswa mengajukan surat permohonan ke Ketua Program Studi, dengan mencantumkan:

        i. Identitas (Nama, NIM, Kelas, email dan telpon).
        ii. Data mata kuliah yang diajukan untuk ujian khusus.
        iii. Semester dan tahun ajaran pengambilan terakhir dari mata kuliah yang diajukan.
        iv. Alasan pengajuan ujian khusus.
        v. Surat ditandatangani oleh mahasiswa dan Dosen Wali.
      b. Bersama surat pengajuan, mahasiswa melampirkan:

        i. Transkrip akhir.
        ii. Nilai lengkap.
        iii. Kartu studi mahasiswa yang mencantumkan mata kuliah yang diajukan untuk ujian khusus.
      c. Ketua Program Studi melakukan evaluasi kelayakan pengajuan.
      d. Apabila disetujui, Program Studi akan mengajukan meneruskan permohonan ke Jurusan, untuk kemudian menunjuk dosen yang akan melaksanakan ujian khusus.